Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pemula affiliate marketer adalah terlalu semangat mempromosikan link affiliate mereka. Setiap kali publish artikel selalu dijejali link refferal. Sebisa mungkin isilah affiliate website Anda dengan cukup banyak artikel yang bermanfaat buat pengunjung. Ada banyak jenis artikel. Mulai dari artikel praktis, artikel how to, artikel berita sampai dengan artikel opini.
Jangan isi website Anda hanya dengan promosi produk atau jasa. Apalagi memasang aneka banner yang bertebaran di segenap penjuru lay out blog. Hal ini akan membuat visitor merasa tidak kerasan nongkrong di website Anda dan buru-buru kabur. Kalau terus-terusan melakukan kesalahan yang sama, bisa-bisa website Anda di-black list oleh pengunjung. Usahakan komposisi isi website meliputi 70 persen valueable content dan 30 persen promosi produk.
Jika Anda merasa tidak mampu menulis artikel, ada cara lain untuk mendapatkan artikel berkualitas. Yaitu:
Membayar orang lain untuk membuat artikel untuk Anda. Anda bisa menggunakan jasa pembuatan artikel. Ini adalah cara praktis bagi Anda yang sibuk dan menyediakan budget khusus untuk promosi.
Mencari artikel yang sesuai dengan topik Anda di Google dan buatlah rangkuman. Rangkuman hendaknya mengandung link asal artikel supaya tidak dianggap pembajakan content.
Mengambil artikel yang ada di artikel direktori atau blog orang lain dengan tetap mencantumkan penulis dan website-nya. Dengan demikian, Anda tetap memberikan kredit kepada si penulis.
Kuncinya adalah buat pengunjung mempercayai Anda sebagai seorang affiliate marketer handal. Anda bisa membentu persepsi tersebut lewat artikel-artikel yang berkualitas dan memberi manfaat. Dibutuhkan konsistensi dalam hal ini, bukan cuma satu atau dua hari. Perbandingan 70:30 tadi kalau dijalankan dengan tepat saya yakin akan memberi efek yang bagus. Pengunjung juga manusia. Mereka takkan mau dipaksa menelan mentah-mentah artikel promosi Anda.


