Solusi Bosan Ngeblog
Apakah Anda pernah bosan setengah mati waktu ngeblog, nulis artikel web utama, manage dummy blog, promo website dan seterusnya? Saya yakin sebagian besar blogger pernah mengalaminya. Itu wajar kok. Apalagi bila Anda memang seorang fulltime blogger yang tiap hari kerjaannya pantengin laptop dari pagi sampai malam. Jenuh dan bosan datang secara alami. Penyebabnya bermacam-macam. Diantaranya adalah:
Bosan Dengan Deret Angka dan Aksara.
Tiap hari berburu domain dan riset keyword. Mau nggak mau Anda harus berkutat dengan data-data statistik, angka dan istilah yang muncul secara berulang ataupun berkala dan memusingkan kepala. Kemampuan teknis dan analisis setiap blogger nggak sama, kadang ada yang lebih suka bermain-main dengan data, ada pula yang langsung eksekusi berdasarkan naluri. Oleh karena itu rasa bosan dan stress sangat mungkin terjadi.
Bosan Karena Tidak Menemukan Tujuan dan Manfaat Blogging.
Seringkali respons yang pertama kali terlintas dalam bayangan pembaca adalah ‘what for?’ alias ‘buat apa’. Apa manfaat yang bisa saya dapat dari ngeblog. Bisakah blogging membantu mencapai tujuan saya? Jika Anda tidak bisa segera menemukan alasan kuat buat ngeblog, siap-siap saja bosan menghampiri. Saya perhatikan sebagian kawan-kawan tidak cukup sabar dalam blogging sehingga mereka keburu mati bosan saat kesuksesan telah berada di ambang pintu.
Nah, itu tadi dua hal utama yang menjadi penyebab bosan ngeblog. Kalau sudah tahu penyebabnya, sekarang kita cari obatnya.
Temukan Satu Alasan Utama.
Ini yang penting dilakukan. Temukan satu hal yang membuat Anda rela menulis tiap hari, nyepin artikel luar negeri, ngeping dan bisa menikmati kegiatan blogging. Kalau saya sendiri saat ini memilih profesi fulltime blogger sebagai pekerjaan, sudah jelas interest saya buat cari makan. Hahaha. Bagi yang lain bisa macam-macam motivasi ngeblognya sesuai profesi yang ditekuni saat ini. Percaya deh, kalau sudah ketemu satu alasan itu, dijamin cepat ‘klik’ dengan blogging dan Anda tanpa sadar akan bersedia meluangkan sebanyak mungkin waktu untuk berlama-lama membangun website.
Santai Sejenak.
Kalau memang pikiran lagi puyeng, banyak tugas kantor bertumpuk (bagi yang masih terikat dinas kerja), rencana punya hajatan dan nggak ada waktu buka laptop, break sejenak juga nggak apa. Menuntaskan proyek yang tertunda, jalan-jalan sama keluarga ke tempat wisata, berkunjung ke rumah sodara ataupun cuma tidur-tiduran sambil baca buku. Lamanya tergantung tingkat stress yang Anda rasakan. Bisa sehari, seminggu, sebulan bahkan setahun. Asal jangan kaget waktu kembali ngeblog sudah terlalu banyak perubahan regulasi dan Anda dibikin shock karenanya.
Itu tadi beberapa hal yang dapat saya bagi tentang mengatasi kebosanan dalam membangun website maupun blog pribadi. Ada yang punya pengalaman seru lainnya? Silakan berbagi disini.
Bosan Dengan Deret Angka dan Aksara.
Tiap hari berburu domain dan riset keyword. Mau nggak mau Anda harus berkutat dengan data-data statistik, angka dan istilah yang muncul secara berulang ataupun berkala dan memusingkan kepala. Kemampuan teknis dan analisis setiap blogger nggak sama, kadang ada yang lebih suka bermain-main dengan data, ada pula yang langsung eksekusi berdasarkan naluri. Oleh karena itu rasa bosan dan stress sangat mungkin terjadi.
Bosan Karena Tidak Menemukan Tujuan dan Manfaat Blogging.
Seringkali respons yang pertama kali terlintas dalam bayangan pembaca adalah ‘what for?’ alias ‘buat apa’. Apa manfaat yang bisa saya dapat dari ngeblog. Bisakah blogging membantu mencapai tujuan saya? Jika Anda tidak bisa segera menemukan alasan kuat buat ngeblog, siap-siap saja bosan menghampiri. Saya perhatikan sebagian kawan-kawan tidak cukup sabar dalam blogging sehingga mereka keburu mati bosan saat kesuksesan telah berada di ambang pintu.
Nah, itu tadi dua hal utama yang menjadi penyebab bosan ngeblog. Kalau sudah tahu penyebabnya, sekarang kita cari obatnya.
Temukan Satu Alasan Utama.
Ini yang penting dilakukan. Temukan satu hal yang membuat Anda rela menulis tiap hari, nyepin artikel luar negeri, ngeping dan bisa menikmati kegiatan blogging. Kalau saya sendiri saat ini memilih profesi fulltime blogger sebagai pekerjaan, sudah jelas interest saya buat cari makan. Hahaha. Bagi yang lain bisa macam-macam motivasi ngeblognya sesuai profesi yang ditekuni saat ini. Percaya deh, kalau sudah ketemu satu alasan itu, dijamin cepat ‘klik’ dengan blogging dan Anda tanpa sadar akan bersedia meluangkan sebanyak mungkin waktu untuk berlama-lama membangun website.
Santai Sejenak.
Kalau memang pikiran lagi puyeng, banyak tugas kantor bertumpuk (bagi yang masih terikat dinas kerja), rencana punya hajatan dan nggak ada waktu buka laptop, break sejenak juga nggak apa. Menuntaskan proyek yang tertunda, jalan-jalan sama keluarga ke tempat wisata, berkunjung ke rumah sodara ataupun cuma tidur-tiduran sambil baca buku. Lamanya tergantung tingkat stress yang Anda rasakan. Bisa sehari, seminggu, sebulan bahkan setahun. Asal jangan kaget waktu kembali ngeblog sudah terlalu banyak perubahan regulasi dan Anda dibikin shock karenanya.
Itu tadi beberapa hal yang dapat saya bagi tentang mengatasi kebosanan dalam membangun website maupun blog pribadi. Ada yang punya pengalaman seru lainnya? Silakan berbagi disini.


