Subscribe:

Senin, 25 April 2011

Kenali Karakter Pembeli Untuk Menentukan Harga Jual Produk

Benarkah saat ini customer sangat sensitif terhadap harga sehingga satu-satunya jalan agar tetap survive adalah menurunkan harga jual? Saya nggak yakin sepenuhnya. Memang yang terjadi kebanyakan adalah lihat harga dulu baru dipertimbangkan fitur produk. Tahu nggak ketika mereka membeli produk di internet ataupun layanan jasa kalau yang diutamakan masalah harga, itu karena mereka tidak terlalu melihat perbedaan antara produk yang lebih mahal dan lebih murah.

Saya teringat salah satu pepatah Jawa: ono rego ono rupo. Seringkali harga yang tercantum adalah menentukan kualitas layanan jasa atau produk tersebut. Meski pepatah tersebut tidak selamanya benar, namun dalam banyak hal telah terbukti kebenarannya. Tukang becak saja bilang: bayar lima ribu kok minta selamat! Hehehe.
Perbanyak Komunikasi Dengan Calon Pembeli

Jadi gimana caranya supaya customer paham layanan kita dan mereka bersedia membayar berapapun yang kita tawarkan? Rumusnya sih sederhana, perbanyak ngomongin produk kita. Orang marketing harus banyak ngomong, kecuali dia punya ilmu telepati yang nyambung diajak percakapan batin.

Misalnya Anda mengelola website affiliasi. Anda dapat menciptakan dan mengkomunikasikan lebih banyak nilai produk melalui fitur, keunikan produk, nilai tambah, dan beberapa pembeda lainnya. Ini secara nggak langsung akan mendongkrak harga yang lebih tinggi. Anda bisa memanfaatkan jejaring sosial Twitter, Facebook, LinkedIn dan lain-lain untuk mendekatkan diri dengan calon pembeli dan mendengar kemauan mereka dari dekat.

Ini nih yang jarang dilakukan pebisnis online pemula. Mereka sering curhat produknya sepi pembeli. Waktu saya tanya promosi model apa yang sudah dilakukan, ternyata mereka melupakan peranan jejaring sosial. Padahal jejaring sosial saat ini lagi booming. Orang melek mata di pagi hari yang dilihat bukan lihat daftar mau masak menu apa hari ini, tapi yang sering terjadi adalah buru-buru update status. Eman-eman kalau moment ini tidak dimanfaatkan.
Segmentasi Pembeli Jelas

Dalam menentukan harga jual produk atau jasa, hal ini melibatkan yang namanya targeting yang cermat atas segmen customer. Kalau Anda sudah paham atas kebutuhan totalnya maka Anda mudah menentukan fitur dan harga jual produk karena semua itu terkait satu sama lain. Sebelumnya kita harus ketahui karakter pembeli. Pada dasarnya tingkah laku pembeli terhadap pemilihan harga dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

1. Pembeli yang sadar harga. Mereka adalah golongan orang yang penuh pertimbangan. Dia nggak mau keluar duit untuk layanan yang tidak jelas bentuknya, tidak ada garansi ataupun kontak person yang mudah dihubungi.

2. Pembeli yang bersedia membayar sedikit lebih mahal demi kualitas atau layanan yang lebih baik, tetapi hanya sampai batas tertentu. Yang ini lebih berani berkorban daripada jenis pembeli di atas.

3. Pembeli yang menginginkan kualitas dan layanan terbaik. Yang ini sih nggak perlu ditanya kemampuan finansialnya. Berapapun harga yang dilepas akan tetap diambil. Tapi ya gitu, karena mereka mengutamakan kualitas dan layanan nomor satu maka kita harus berhati-hati men-service-nya. Salah sedikit sangat membahayakan kredibilitas yang kita miliki.

Jadi pengelola web affiliasi ataupun jasa di internet harus menargetkan salah satu kelompok ini dan menciptakan penawaran produk atau layanan yang menarik kelompok sasaran itu. Salah menganalisa target juga bisa berbahaya lho. Yang paling sering terjadi adalah produk dalam kebimbangan, hidup segan mati tak mau. Oleh karena itu dalam koleksi ebook CafeBisnis disediakan khusus materi SEO Detective yang diharapkan bisa membantu kawan-kawan melakukan riset online dan menemukan segmen yang tepat sesuai produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Bagaimana dengan pengalaman Anda selama ini dalam menentukan harga jual? Silakan dibagi disini.