Subscribe:

Kamis, 23 Juni 2011

10 Kesalahan Praktek SEO Yang Harus Dihindari (Bagian 2)

Pada artikel sebelumnya saya telah membagi beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para blogger dan pebisnis online dalam mengoptimasi website. Kali ini saya sampaikan bagian kedua poin-poin dari newsletter SitePro News tersebut. Apa saja kesalahan tersebut? Ini dia.

6. Menggunakan kode JavaScript/AJAX yang berlebihan.

Search Engine tidak mengerti bahasa JavaScript / Ajax. Jika Anda menggunakannya terlalu banyak, khususnya dalam navigasi Anda, itu sama artinya Anda mencegah konten Anda terindeks oleh mesin pencari. Sangat disarankan untuk menggunakan kode berbasis teks HTML / CSS navigasi sebagai gantinya.

7. Memenuhi Konten Anda dengan Kata Kunci.

Termasuk kata kunci yang sama di judul halaman, heading, tiga kali menjiplak kalimat dengan sama persis, memberi tanda tebal (bold), dan menaruh kata kunci dalam tag alt image adalah contoh membanjiri konten dengan kata kunci.

Menurut SitePro News, cara ini sama halnya dengan mengatakan kepada mesin pencari, ”Saya sedang mencoba memanipulasi Anda supaya mendapat peringkat yang lebih tinggi”‘. Dan sebenarnya mereka tidak akan memberi peringkat web Anda lebih tinggi, malah mungkin mereka akan menghukum web Anda sebagai gantinya.

Jadi gimana dong cara yang benar? Newsletter ini menyarankan untuk menyertakan frase kata kunci, tetapi harap melakukannya secara alami. Tahu kan apa perbedaan frase dan kata kunci? Yang paling utama adalah buat kegiatan menulis ditujukan untuk kenyamanan pengunjung manusia. Setelah itu jangan khawatir tentang mesin pencari.



10 Kesalahan Praktek SEO Yang Harus Dihindari (Bagian 2)



8. Menggunakan Software Direktori Submission Otomatis.

Ada banyak program software yang berguna untuk mengotomatisasi proses submit menuju direktori. Lebih baik jangan menggunakannya. Alasan pertama, submit ke direktori tidak begitu penting dalam hal PageRank. Lalu yang kedua, Anda akan menghasilkan ribuan judul dan deskripsi yang serupa (mirip) yang akan menandai web Anda sebagai penipu di mata mesin pencari yang bersangkutan.

9. Tidak menggunakan SEF URL.

SEF (Search Engine Friendly) URL adalah URL yang ramah dengan pengunjung manusia. Maksudnya, URL tersebut mengandung kata-kata yang sebenarnya, bukan sekedar daftar nomor dan simbol.

Contoh:

SEF URL: http://agussiswoyo.com/2011/06/19/tablet-android-honeycomb-terbaik-murah/

Bukan SEF URL: http://agussiswoyo.com/?page_id=330

Contoh pertama berisi informasi kata-kata yang berhubungan dengan isi halaman serta waktu publikasi artikel. Contoh yang kedua berisi id artikel yang tidak mengandung sedikitpun informasi. Jika kedua artikel ditampilkan secara bersama, tentu pengunjung manusia lebih tertarik membaca URL yang pertama.

10. Fokus pada Kata kunci Salah

Seringkali ketika sebuah perusahaan menyewa jasa pakar SEO mereka akan mengatakan bahwa mereka ingin SEGERA berada pada peringkat nomor satu di Google untuk frase pendek berupa kata kunci yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Misalnya seorang akuntan mungkin ingin menjadi nomor satu untuk keyword ”akuntan “.

Saya nggak yakin hal ini dapat tercapai. Dibutuhkan beberapa waktu bagi situs apapun untuk mengoptimasi web secara bertahap hingga mencapai nomor satu. Lalu yang kedua adalah penting untuk fokus pada frase kata kunci long-tail, bukan short-tail. Hal ini bisa dicapai dengan menambahkan kata yang lebih spesifik misalnya “‘akuntan pajak” atau “akuntan pajak jakarta”.

Dengan memfokuskan diri pada frase yang kurang kompetitif, web Anda bisa mendapatkan traffic yang lebih baik ketika memutuskan untuk bersaing pada frase yang lebih kompetitif di masa depan. Ingat isi ebook SEO Detective, lebih baik bersaing dengan anak SD daripada dengan para mahasiswa. :)

Semoga bermanfaat. Ada yang mau mengkoreksi tulisan ini?